Dunia Perpustakaan || Buku
text dan elektronik hanyalah salah satu media untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan dalam aktivitas membaca. Sehingga keduanya sama-sama penting
dan seharusnya disediakan untuk masyarakat. Namun dengan berkembangnya
era teknologi, ada pergeseran ke arah elektronik (digital), namun tetap
saja text book juga terus dibutuhkan.
Di Bengkulu, menurut Kepala SMAN 2 Kota
Bengkulu Yunan Danim Mpd mengatakan, minat baca sekarang ini tidak dapat
diukur dari jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan karena adanya
akses internet yang menyediakan referensi maupun buku-buku elektronik.
“Pada saat ini kita tidak dapat mengukur minat baca masyarakat dengan
melihat akses mereka ke perpustakaan, karena kita tidak bisa menghindari
perkembangan teknologi informasi,” kata dia, di Kota Bengkulu, seperti
dikutip dari utama.seruu.com, Sabtu (18/5/13) kemarin.
Ia mengatakan bahwa masyarakat tidak
bisa menilai minat baca dari psarana dan kunjungan ke perpustakaan,
karena adanya akses internet yang menyediakan referensi maupun buku-buku
elektronik yang membuat masyarakat serta pelajar mulai beralih
meninggalkan buku.
“Dengan perangkat yang ringkas saja saat
ini sudah bisa mengakses informasi, dan kebanyakan siswa kita juga
menggunakan media internet untuk menunjang pendidikan, mereka bisa
mendapatkan referensi, membaca, tanpa perlu membawa beberapa buku
sekaligus,” kata dia.
Berbagai kemudahan menurut dia diberikan
oleh perangkat digital untuk mengakses buku serta berbagai macam
informasi menjadi keuntungan dari media digital. Namun menurutnya di
tengah arus toknologi informasi pada media digital, perpustakaan yang
menyediakan buku sebagai media informasi tidak kalah pentingnya.
“Ada hal-hal yang tidak ditemui di
perangkat digital, ada buku-buku maupun dokumen penting yang tidak bisa
diakses di media elektronik dan itu hanya ada di perpustakaan,” ucapnya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar