Dalam
membanggun paradigama baru tentu bukan perkara mudah dan sangat berat
karena harus menggusur paradigm lama yang tertanam dalam pikiran
masyarakat umum, apa yang terpikirkan oleh masyarakat tentang
perpustakaan dan pustakawan yang bekerja didalamnya adalah sebuah
paradigma lama, dimana bahwa mereka menganggap perpustakaan adalah
sebuah banggunan yang sunyi sepi dan sangat menjenuhkan bila
dikunjungi, dan profesi pustakawan adalah profesi yang nggak
banget. Terang saja dari segi finansial tidak menjanjikan, dari segi
prorefi tidak membangakaan mertua. Ditambah lagi ada seorang mahasiswa
ilmu perpustakaan yang menganggap studi ilmu perpustakaan itu hanya
setatus palsu. Artinya setatus yang tidak jelas. untuk apa ilmu
perpustakaan itu? Apa bisa lulusan perguruan tinggi ilmu perpustakaan
bisa sukses? Bukankah pustakawaaan itu hanya duduk manis, menjaga buku,
dan mengbersihkan buku dari debu-debu yang menempel di buku?! Itulah
kenyataannya perpustakaan dan pustakawan dalam kacamata masyarakat awam.
Lalu apa jalan keluar yang cerdas dari problem yang sedang pustakawan
hadapi ini? Yuukk tilik aja di sini.. lanjuuttt.
Jadi pustakawaan itu harus Percaya Diri sebab tidak semua orang dapat menjadi pustakawaan, pustakawaan itu merupakaan pekerjaan yang paling mulia dimana ia melayani masyarakat yang membutuhkan informasi baik itu yang tercetak atau yang terekam, mensensor buku-buku yang layak di publikasikan dan yang tidak layak dipublikasikan, menjadi profesi pustakawan tidaklah mudah ia harus lulusan diploma dan sarjana ilmu perpustakaan, karena tidaklah sembarang ilmu bisa diterapkan di perpustakaan. Dan jangan salah dari segi financial pun banyak para pustakawan yang justru sukses menulis buku, berbisnis, dan menjadi dosen. Karena profesinya yang langka sehingga masih banyak dibutuhkan di dunia kerja. Satu hal lagi yang menjadi anugerah terindah seorang manusia yaitu yang tergerak hatinya menjadi seorang pustakawan. Karena pasti ia sadar dan tahu betul bahwa membudayakan literasi bukan hanya tanggungjawab pemerintah, lingkungan masyarakat, dan keluarga. Membudayakan masyarakat untuk gemar membaca adalah tanggungjawab setiap manusia dan sudah menjadi takdir manusia. Hal ini yang juga yang sering dilupakan oleh masyarakat modern sekarang bahwa hidup semata-mata hanya untuk mecari kenikamatan dunia, semua diukur dengan seberapa besar kamu mampu menghasilkan uang, inilah yang sebenarnya yang harus diluruskan. Menjadi pustakawan itu anugerah,, yaa.! Itulah kata yang paling tepat diucapkan.
Ada istilah yang sering kita dengar di masyarakat bahwa buku adalah jendela dunia, maka perpustakaan adalah rumah dunia. Tidak ada perpustakaan tidak ada peradaban tidak ada buku maka tidak ada history. Orang mendengar kata perpustakaan yang terbayang di benak mereka adalah seperti yang saya paparkan diatas ditambah koleksinya pasti buku-buku “textbook” sehingga keberadaan perpustakaan menjadi tidak menarik menjadi sangat sempurna. Padahal taukah anda bahwa banyak perpustakan yang menjadi tempat bermain anak-anak, remaja, dan orangtua sambil berlibur atau menjalankan aktifitas dengan membaca buku novel atau buku-buku cerita, ada juga yang datang ke perpustakaan ingin menikmati acara-acara lomba kuliner, lomba mewarnai untuk anak-anak dan mengupas buku anyak yang best seller dengan runangan yang berAC dan luas sehingga tidak mengganggu pernapasan, bahkan sekarang ada juga perpustakaan alam dimana para pengguna perpustakaan dapat bersantai di taman yang di sulap menjadi sebuah miniature alam mini, sehingga membuat penguna perpustakaan berlama-lama di perpustakan sambil membaca buku dan mencari inspirasi. So, apa lagi yang anda takutkan?!
Jadi pustakawaan itu harus Percaya Diri sebab tidak semua orang dapat menjadi pustakawaan, pustakawaan itu merupakaan pekerjaan yang paling mulia dimana ia melayani masyarakat yang membutuhkan informasi baik itu yang tercetak atau yang terekam, mensensor buku-buku yang layak di publikasikan dan yang tidak layak dipublikasikan, menjadi profesi pustakawan tidaklah mudah ia harus lulusan diploma dan sarjana ilmu perpustakaan, karena tidaklah sembarang ilmu bisa diterapkan di perpustakaan. Dan jangan salah dari segi financial pun banyak para pustakawan yang justru sukses menulis buku, berbisnis, dan menjadi dosen. Karena profesinya yang langka sehingga masih banyak dibutuhkan di dunia kerja. Satu hal lagi yang menjadi anugerah terindah seorang manusia yaitu yang tergerak hatinya menjadi seorang pustakawan. Karena pasti ia sadar dan tahu betul bahwa membudayakan literasi bukan hanya tanggungjawab pemerintah, lingkungan masyarakat, dan keluarga. Membudayakan masyarakat untuk gemar membaca adalah tanggungjawab setiap manusia dan sudah menjadi takdir manusia. Hal ini yang juga yang sering dilupakan oleh masyarakat modern sekarang bahwa hidup semata-mata hanya untuk mecari kenikamatan dunia, semua diukur dengan seberapa besar kamu mampu menghasilkan uang, inilah yang sebenarnya yang harus diluruskan. Menjadi pustakawan itu anugerah,, yaa.! Itulah kata yang paling tepat diucapkan.
Ada istilah yang sering kita dengar di masyarakat bahwa buku adalah jendela dunia, maka perpustakaan adalah rumah dunia. Tidak ada perpustakaan tidak ada peradaban tidak ada buku maka tidak ada history. Orang mendengar kata perpustakaan yang terbayang di benak mereka adalah seperti yang saya paparkan diatas ditambah koleksinya pasti buku-buku “textbook” sehingga keberadaan perpustakaan menjadi tidak menarik menjadi sangat sempurna. Padahal taukah anda bahwa banyak perpustakan yang menjadi tempat bermain anak-anak, remaja, dan orangtua sambil berlibur atau menjalankan aktifitas dengan membaca buku novel atau buku-buku cerita, ada juga yang datang ke perpustakaan ingin menikmati acara-acara lomba kuliner, lomba mewarnai untuk anak-anak dan mengupas buku anyak yang best seller dengan runangan yang berAC dan luas sehingga tidak mengganggu pernapasan, bahkan sekarang ada juga perpustakaan alam dimana para pengguna perpustakaan dapat bersantai di taman yang di sulap menjadi sebuah miniature alam mini, sehingga membuat penguna perpustakaan berlama-lama di perpustakan sambil membaca buku dan mencari inspirasi. So, apa lagi yang anda takutkan?!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar